Showing posts with label Kesehatan Seksual. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Seksual. Show all posts

Tuesday, August 12, 2008

Agar Vagina Makin Sehat dan Seksi

IINGAT! Jangan menyalahgunakan vagina Anda. Teriakan kesakitan sangat berbeda dengan teriakan kenikmatan. Spesialis kandungan terkemuka, Dr. Suresh Nair berikut ini menjelaskan perihal rasa sakit pada vagina saat melakukan hubungan intim.

Kurangnya hormon pada perempuan yang mengalami menopause menyebabkan penipisan pada dinding vagina, yang sangat mirip seperti kertas tisu. Goresan-goresan kecil dapat timbul selagi melakukan hubungan intim, yang dapat menyebabkan rasa sakit. Untuk mengatasi hal ini, perempuan dapat menggunakan krim hormon untuk meremajakan kembali dinding vagina dan memperbaiki kenikmatan seperti sebelum memasuki masa menopause.

Untuk perempuan-perempuan muda, infeksi vagina biasanya dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan hubungan intim. Vagina memiliki bakteri-bakteri baik, yang diperlukan untuk menjaga asam yang dibutuhkan dan mencegah infeksi. Tapi masalah yang disebabkan gaya hidup, seperti stress berlebihan, pil KB dan kondisi kesehatan seperti diabetes dan HIV dapat menciutkan vagina menjadi berlebihan alkalin (basa). Infeksi jamur banyak terdapat pada perempuan yang sedang mengandung juga yang sedang mengkonsumsi pil KB. Ini kebanyakan terjadi pada mereka yang tinggal di wilayah bermusim hangat atau beriklim tropis seperti Asia Tenggara.

Infeksi dapat menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, keputihan yang kental-berwarna putih susu-dan mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan beberapa kasus tingkat rasa sakit yang muncul menyebabkan hubungan intim terasa seperti siksaan yang luar biasa. Vulva bengkak dan merah dapat memberi jalan bakteri infeksi lanjutan yaitu bakteri saluran kencing. Bagaimanapun, infeksi vagina cukup mudah untuk diatasi. Jadi, kenapa harus menyiksa diri? Hubungi dokter Anda, segera!

Bukan hanya infeksi yang menyebabkan rasa sakit pada vagina saat berhubungan intim. Kutil atau bintil pada kelamin atau lebih dikenal dengan genital warts juga dapat menghalangi menikmati seks. Bentuknya kecil dan putih, tumbuh di dalam vagina, vulva atau cervix, disebabkan oleh HPV atau Human Pappiloma Virus, yang timbul dari aktivitas seksual yang berulang.

Herpes, satu lagi infeksi yang disebabkan oleh kuman, dapat menimbulkan rasa sakit pada area yang mengandung racun, dan dalam jumlah besar, dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat hingga membuat penderitanya tak dapat bergerak, apalagi menikmati seks. Penyakit lain yang ditularkan secara seksual, seperti; Chlamydia dan kencing nanah, menyebabkan ketidaknormalan dan banyak sekali kotoran buangan yang dapat masuk ke dalam rahim dan tuba falopi, menyebabkan bisul-bisul atau bengkak bernanah. Rasa sakit dan demam terkait dengan situasi ini. Antibiotok dosis dalam dosis besar dapat menyembuhkannya. Namun, bila bengkak bernanah cukup banyak dan luas, sebuah operasi mungkin akan diperlukan untuk mengeringkan nanahnya.

Kanker cerviks, vagina dan vulva, sangat tidak baik dan merugikan bagi kehidupan seksual Anda. Butuh operasi dan radioterapi, yang akan mempengaruhi saraf dan aliran darah ke daerah tersebut, menimbulkan ketidaksensitifan dan kekeringan. Setelah pengobatan, Anda dapat mengurangi rasa tidak enak dengan menggunakan produk-produk lubrikasi seperti K Y Jelly, Replens, Astroglide atau Preseed.

Agar hubungan seks memuaskan, perempuan harus melakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi. Dalam hal ini, termasuk juga meminta atau bahkan memaksa pasangan mereka untuk menggunakan kondom dan tidak melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan. Tindakan seksual semacam berpindah dari anal ke vaginal seks tanpa mengganti kondom, merupakan salah satu cara bagi bakteri untuk masuk dan terkena infeksi.

Berkelakuan secara bersih dan higienis juga merupakan salah satu cara menjauh dari infeksi. Tampon, alat pengontrol kehamilan atau benda asing lainnya masuk atau diletakkan dalam vagina dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal, pembengkakan, infeksi dan ketidaknyamanan hubungan seksual. Agar area tersebut tetap bersih, sewaktu membersihkan, sekalah ke arah anus, agar bakteri tidak terbawa ke dalam vagina.

Bagaimanapun, membersihkan vagina secara berlebihan, dapat menghancurkan bakteri yang dibutuhkan oleh vagina dan menyebabkan pembengkakan, alergi pada selangkangan dan luka kecil seperti eczema. Anda dapat merasakan reaksi alergi seperti; rasa sakit pada selangkangan, bengkak, dan mudah sakit jika bersinggungan dengan bakteri lain, dari menggunakan tampon, spray dan bedak yang mengandung deodorant. Maka amatlah penting untuk mengambil tindakan pencegahan seperti; mengganti tampon secara teratur.

Akhirnya, pilihan pakaian yang kita gunakan juga berperan penting. Hindari memakai pakaian dalam dari bahan nilon yang tidak menyerap panas. Bahkan menggunakan jeans yang ketat serta stoking dapat membuat kita terinfeksi jamur.

Disfungsi Ereksi

Jenis Priapismus
Priapismus adalah suatu gangguan berupa ereksi penis yang terjadi terus-menerus dalam waktu lebih dari 6 jam. Ereksi yang berkepanjangan ini terjadi tanpa adanya rangsangan seksual. Keadaan ini jelas merupakan gangguan, bukan sesuatu yang layak dibanggakan.

Sebenarnya priapismus ada dua jenis, yakni berdasarkan penyebab dan proses terjadinya. Pertama, priapismus karena tersumbatnya jalan keluar aliran darah dari penis. Akibatnya, aliran darah yang masuk ke dalam penis terus tertumpuk dan tidak dapat keluar. Kedua, priapismus karena kebocoran pembuluh darah nadi di dalam penis. Akibatnya, darah terus mengalir di dalam penis walaupun masih mengalami aliran keluar.

Kedua jenis priapismus tersebut mempunyai perbedaan. Priapismus karena tersumbatnya aliran darah keluar sangat kaku dan menimbulkan rasa sakit. Sedang priapismus karena kebocoran pembuluh darah nadi tidak terlalu kaku dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Beberapa tahun terakhir ini, kejadian priapismus di Indonesia cukup sering dan penyebabnya sama, yaitu pada umumnya setelah menerima suntikan pada penis. Fenomena ini cukup menarik perhatian karena sebelumnya sangat jarang terjadi, bahkan tidak pernah diberitakan. Fenomena ini menjadi semakin menarik kalangan kedokteran karena dikaitkan dengan suntikan pada penis dalam upaya untuk mengatasi disfungsi ereksi atau impotensi.

Akibat Papaverin
Seperti diketahui, sejak beberapa tahun terakhir ini suntikan langsung pada penis menjadi populer sebagai upaya untuk mengatasi disfungsi ereksi, seiring dengan munculnya klinik yang menyebut diri sebagai klinik impotensi.

Memang benar suntikan langsung pada penis dengan menggunakan bahan yang mengaktifkan pembuluh darah merupakan salah satu cara untuk menimbulkan ereksi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi. Tetapi tidak semua bahan itu aman digunakan. Salah satu bahan yang sering menimbulkan priapismus ialah papaverin. Bahan ini bila disuntikkan langsung ke dalam ruang pembuluh darah penis memang dapat menimbulkan ereksi segera.

Tetapi berbagai efek samping dapat terjadi, yaitu priapismus, perdarahan di bawah kulit, terbentuknya jaringan ikat di dalam ruang pembuluh darah penis, dan kematian jaringan penis. Keadaan ini pada akhirnya justru dapat mengakibatkan disfungsi ereksi menjadi semakin buruk. Tetapi mungkin karena harga papaverin murah, maka masih ada klinik yang menggunakannya untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Padahal seharusnya bahan ini sudah tidak digunakan lagi. Atau kalau mau digunakan, hanyalah sebagai suatu campuran dengan bahan lain yang lebih aman. Dengan campuran tersebut, efek sampingnya dapat ditekan dan tidak menimbulkan akibat buruk.

Beberapa bahan lain yang digunakan sebagai suntikan pada penis tampaknya lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping seperti pada papaverin. Sebagai contoh, alprostadil. Hanya saja harganya lebih mahal.

Di samping akibat suntikan papaverin pada penis, ada obat dan penyebab lain yang juga dapat mengakibatkan priapismus. Beberapa obat lain ialah bahan psikotropika, bahan antipembekuan darah, dan hormon.

Beberapa penyakit darah juga dapat mengakibatkan priapismus, seperti leukemia dan thalassemia. Gangguan saraf, seperti penyakit pada pembuluh darah otak, juga dapat mengakibatkan priapismus.

Pilihan Pengobatan
Kalau seseorang mengalami disfungsi ereksi akibat kencing manis (diabetes), maka penyakitnya harus diatasi dulu. Pada prinsipnya diabetes mellitus diatasi dengan diet yang benar, olahraga teratur, dan penggunaan obat yang benar. Dengan demikian maka kadar gula darah dapat dikontrol pada kadar normal.

Di samping itu diperlukan juga pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Ada beberapa macam pilihan, yaitu obat yang diminum, penggunaan pompa vakum, suntikan langsung pada penis, penggunaan bahan melalui saluran kencing, dan operasi pemasangan prostesis. Pada umumnya pilihan cara pengobatan dimulai dengan cara yang paling sederhana dan praktis, yaitu obat yang diminum. Kalau ternyata cara ini tidak berhasil, maka pilihan beralih ke cara yang lain.

Penggunaan suntikan langsung pada penis, seperti yang dilakukan oleh Pak Ridwan, sebenarnya adalah pilihan lain. Tidak ada yang salah bila Pak Ridwan menggunakan cara suntikan. Tetapi hal yang sangat perlu diperhatikan ialah bahan apa yang digunakan untuk suntikan itu dan berapa dosis yang digunakan. Tentu saja bahan yang digunakan tidak boleh menimbulkan efek samping yang justru semakin memperburuk fungsi ereksi kelak. Demikian juga dosis yang digunakan haru tepat.

Mengenai penggunaan ring seperti yang diiklankan di beberapa media massa, tidak termasuk dalam salah satu cara pengobatan disfungsi ereksi yang diakui secara internasional. Penggunaan ring seharusnya dikaitkan dengan penggunaan pompa vakum. Itu pun acapkali menimbulkan perasaan tidak nyaman atau sakit pada penis akibat jeratan ring tersebut.

Iklan Bohong
Memang banyak cara yang diiklankan di media massa untuk mengatasi disfungsi ereksi. Tapi ternyata itu hanyalah suatu kebohongan, bahkan membahayakan. Sebagai contoh, penggunaan bahan silikon cair yang disuntikkan ke dalam penis yang diiklankan dapat menambah ukuran penis dan meningkatkan ereksi. Tentu saja ini adalah suatu penipuan yang sangat merugikan karena justru dapat merusak semua ruang pembuluh darah penis dan mengakibatkan disfungsi ereksi.

Akhirnya saya ingin menyerukan kepada masyarakat luas, khususnya pria, agar berhati-hati mendapat pengobatan yang berkaitan dengan fungsi seksual. Sangat banyak pihak yang mengiklankan diri dapat menangani disfungsi seksual, padahal sama sekali tidak berkompeten.

Ketidaktahuan masyarakat dijadikan modal utama bagi mereka untuk melakukan tindakan yang seakan-akan menyembuhkan disfungsi seksual. Padahal yang terjadi adalah suatu penipuan yang justru membahayakan.

Sunday, July 20, 2008

Tanda Tanda Penyakit Menular pada Kewanitaan

Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.
Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.

Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan. Sifilis, Trichomoniasis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan. Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.

Misalnya, Trichomoniasis yang disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis, ditularkan khususnya melalui kontak seksual secara langsung. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui mutual masturbation dan berbagai sex toys (alat bantuk seks).
Tanda dan gejalanya pada perempuan? Gejala umumnya muncul dalam 4-20 hari setelah infeksi. Perempuan yang terinfeksi parasit Trichomonas akan mengeluarkan cairan dari vagina berwarna kuning kehijauan atau abu-abu serta berbusa dalam jumlah banyak, kadangkala disertai pendarahan dan bau tidak sedap, gatal pada vulva sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sering buang air kecil dan terasa sakit, pembengkakan vulva, rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual dan sakit di wilayah perut. pendarahan di serviks mungkin terjadi, namun ini bukan gejala umum.
Sebelum menuju ke dokter langganan, mari kita kenali dulu gejala-gejala penyakit menular seksual pada perempuan..

Perubahan pada cairan Miss V (lebih kental, tidak berwarna, baunya menusuk) beberapa hari hingga dua minggu setelah masa menstruasi. Sakit, rasa terbakar, atau gatal saat berkemih yang berlangsung selama 24 jam.
Sakit selama melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sakit atau terasa berat pada area pelvis atau perut bagian bawah.
Gatal, rasa terbakar atau sakit pada area atau sekitar wilayah genital. Luka, ruam, melepuh, bengkak, seperti kutil pada sekitar organ genital.
Terjadi bercak pada Miss V atau bahkan pendarahan setelah hubungan intim. Gejala umum dari infeksi seperti demam dan kelelahan atau kurang energi.

Penyakit menular seksual pada perempuan hamil kemungkinan akan menyebabkan masalah antara lain berat lahir rendah pada bayi, kelahiran prematur, infeksi pada bayi yang baru lahir (pneumonia, infeksi mata atau masalah pada sistem saraf). Infeksi tersebut kemungkinan mengancam kehidupan bayi atau menyebabkan masalah jangka panjang yang serius atau bahkan cacat tetap.

Perempuan yang mengalami episode pertama dari herpes genital pada saat hamil akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kelahiran prematur. Kejadian akut pada masa persalinan merupakan indikasi untuk dilakukannya persalinan dengan operasi cesar sebab infeksi yang mengenai bayi yang baru lahir akan dapat menyebabkan kematian atau kerusakan otak yang serius.
Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan PMS melalui hubungan seks.
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual.

Hampir seluruh PMS dapat diobati. Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama. PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.
Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan. Sifilis, Trichomoniasis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian. Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan. Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.

Misalnya, Trichomoniasis yang disebabkan oleh parasit yang disebut Trichomonas vaginalis, ditularkan khususnya melalui kontak seksual secara langsung. Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui mutual masturbation dan berbagai sex toys (alat bantuk seks).
Tanda dan gejalanya pada perempuan? Gejala umumnya muncul dalam 4-20 hari setelah infeksi.
Perempuan yang terinfeksi parasit Trichomonas akan mengeluarkan cairan dari vagina berwarna kuning kehijauan atau abu-abu serta berbusa dalam jumlah banyak, kadangkala disertai pendarahan dan bau tidak sedap, gatal pada vulva sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sering buang air kecil dan terasa sakit, pembengkakan vulva, rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual dan sakit di wilayah perut. pendarahan di serviks mungkin terjadi, namun ini bukan gejala umum.
Sebelum menuju ke dokter langganan, mari kita kenali dulu gejala-gejala penyakit menular seksual pada perempuan..
Perubahan pada cairan Miss V (lebih kental, tidak berwarna, baunya menusuk) beberapa hari hingga dua minggu setelah masa menstruasi. Sakit, rasa terbakar, atau gatal saat berkemih yang berlangsung selama 24 jam.
Sakit selama melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sakit atau terasa berat pada area pelvis atau perut bagian bawah.

Gatal, rasa terbakar atau sakit pada area atau sekitar wilayah genital. Luka, ruam, melepuh, bengkak, seperti kutil pada sekitar organ genital.
Terjadi bercak pada Miss V atau bahkan pendarahan setelah hubungan intim. Gejala umum dari infeksi seperti demam dan kelelahan atau kurang energi.
Penyakit menular seksual pada perempuan hamil kemungkinan akan menyebabkan masalah antara lain berat lahir rendah pada bayi, kelahiran prematur, infeksi pada bayi yang baru lahir (pneumonia, infeksi mata atau masalah pada sistem saraf).

Infeksi tersebut kemungkinan mengancam kehidupan bayi atau menyebabkan masalah jangka panjang yang serius atau bahkan cacat tetap.
Perempuan yang mengalami episode pertama dari herpes genital pada saat hamil akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya kelahiran prematur. Kejadian akut pada masa persalinan merupakan indikasi untuk dilakukannya persalinan dengan operasi cesar sebab infeksi yang mengenai bayi yang baru lahir akan dapat menyebabkan kematian atau kerusakan otak yang serius.

Tidak melakukan hubungan seks secara vaginal, anal dan oral dengan orang yang terinfeksi adalah satu-satunya cara pencegahan yang 100% efektif mencegah penularan PMS melalui hubungan seks.
Kondom dapat mengurangi risiko tetapi tidak dapat samasekali menghilangkan risiko tertular penyakit ini melalui hubungan seks.
Walaupun memakai kondom saat melakukan hubungan seks, masih ada kemungkinan untuk tertular penyakit ini yaitu melalui adanya luka di daerah kelamin.

Thursday, July 17, 2008

Menjaga Kesehatan Kewanitaan dengan Susu

Siapa yang tak mendambakan tubuh yang sehat dan wangi? Pasti tidak ada. Hal ini juga berlaku bagi area intim perempuan.

Area intim yang sehat dan wangi tak hanya membahagiakan pasangan, namun juga dapat mendongkrak rasa berdiri pribadi yang bersangkutan.
Banyak cara dilakukan untuk membuat area intim tetap dalam kondisi prima. Ada yang melakukan ratus, mencuci dengan air sirih atau rajin membasuhnya dengan cairan antiseptik. Benarkah langkah itu?

Tunggu dulu. Teryata pemakaian air rebusan daun sirih atau cairan antiseptik untuk area intim perempuan tidak disarankan. Kenapa? Pasalnya keduanya bersifat bakterisid alias mematikan semua mikroba, tanpa memandang itu bakteri baik (flora normal vagina) atau bakteri patogen (bersifat merugikan). Jika hal ini berlangsung terus-menerus, bukan kondisi sehat yang didapatkan area intim kita, tapi malah sebaliknya, bisa terjadi infeksi. Ih, nggak mau kan?

Menurut Dr. Junita Indarti SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo/FKUI mengungkapkan infeksi vagina terjadi karena terganggunya keseimbangan ekosistem di area tersebut.

Ekosistem vagina sendiri, lanjut dr. Junita, adalah lingkaran kehidupan yang terdapat pada vagina, dipengaruhi oleh dua unsur utama yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus (bakteri baik). "Jika keseimbangan ekosistem ini terganggu, bakteri Lactobacillus akan mati dan bakteri patogen tumbuh. Mekanisme alami yang ada menjadi terganggu sehingga tubuh rentan terhadap infeksi," ujar dr. Junita.

Banyak faktor yang menjadi penyebab ketidakseimbangan ekosistem vagina, yaitu kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus (kencing manis), pemakaian antibiotik, darah haid, cairan mani, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching) dan gangguan hormonal (pubertas, menopause atau kehamilan).

Maka, menjaga keseimbangan ekosistem vagina adalah cara paling alamiah dan efektif dalam merawat kesehatan vagina serta mencegah timbulnya infeksi. Bagaimana caranya? Sebaiknya Anda simak yang ini: Sebuah uji klinis yang dilakukan di poliklinik Sitologi RSCM membuktikan manfaat ekstrak susu bagi kesehatan vagina. Susu? Pernahkah hal itu terlintas di benak Anda?

Ternyata, susu mengandung zat aktif yang diesktrak menjadi asam laktat dan laktoserum yang secara klinis terbukti mengurangi keluhan gatal, rasa terbakar dan keputihan pada vagina. "Penelitian kami terhadap 71 kasus fluor albus (keputihan) dengan keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan menunjukkan pengurangan rasa gatal sebesar 86,1%, pengurangan rasa terbakar 87,5% dan pengurangan keputihan 81,1% setelah pasien dirawat dengan pemberian larutan asam laktat dan laktoserum dua kali sehari selama dua minggu," papar dr. Junita.
Dari hasil uji klinis disimpulkan bahwa asam laktat dan laktoserum bermanfaat mengurangi keluhan karena keputihan dan menghambat pertumbuhan jamur (kandida) dan dermatofit (kapang).

Jadi bagaimana agar mendapatkan ekstrak susu berupa asam laktat dan laktoserum, apakah harus melakukan fermentasi dulu? wah, tak perlu harus seribet itu. Kalau ingin hasil 'jadi' dan tinggal pakai sudah ada Lactacyd yang dijual bebas di pasaran.

Menurut dr. Diana Komara, Medical Advisor Lactacyd, cairan pembersih Lactacyd berbeda dengan pembersih kewanitaan yang selama ini ada, bukan pula antibiotik biasa, sehingga tidak membunuh flora normal vagina, melainkan justru meningkatkan pertumbuhannya karena menyediakan makanan bagi bakteri baik tersebut.

"Selain itu dengan menjaga tingkat keasaman normal pH 3,8-4,2, Lactacyd mencegah pertumbuhan organisme patogen yang dapat menyebabkan keluhan gatal dan bau tak sedap," tandas dr. Diana.