Showing posts with label Gaya Hidup Pria. Show all posts
Showing posts with label Gaya Hidup Pria. Show all posts

Wednesday, July 30, 2008

Bebas dari Ejakulasi Prematur

Jika ejakulasi prematur menjadi sebuah masalah, pria akan terbentur pada egonya. Butuh lebih dari sekedar nyali tinggi untuk berkata, "Ya, saya memang terlalu cepat." Dan seperti kebanyakan pria lainnya, kita akan lebih merasa aman dan nyaman dengan memilih ucapan, "Wanita kan seperti diesel." Buang jauh-jauh mitos egois itu! Ejakulasi prematur bukan setan tak terkalahkan. Ejakulasi prematur hanyalah salah satu masalah seksual yang sebenarnya cukup mudah untuk ditangani.

"Kita lihat dulu apa penyebabnya. Jika psikis maka konsultasikan pada ahli jiwa, jika saraf datanglah pada ahli saraf, dan jika trauma Anda dapat berkonsultasi pada urolog. Tapi mungkin saja pengobatannya menggabungkan beberapa disiplin ilmu," ulas Dr. Patriot Sp.U., ahli dari RS. Fatmawati.

Memang ada obat-obatan tertentu yang mampu mengontrol ejakulasi. Namun agar tidak terjadi penyalahgunaan, pemakaian obat-obatan tersebut harus berada di bawah pengawasan dokter.
Seperti terungkap dalam The Practical Encyclopedia of Sex and Health, di tahun 1955 urolog dari Duke University Medical School di Amerika Serikat James Semans menemukan metode sederhana untuk mengatasi ejakulasi prematur. Metode ini kemudian menjadi dasar pengembangan metode-metode selanjutnya. Caranya; rangsang penis Anda --baik sendiri maupun bersama si dia-- hingga hampir mencapai ejakulasi, lalu berhentilah! Rangsanglah kembali, dan hentikan sebelum Anda terkapar. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga Anda mampu mengontrol ejakulasi Anda.

Di kemudian hari, metode ini oleh William Masters dan Virginia Johnson dari Masters and Johnson Institute di St Louis Amerika, divariasikan dan dinamai teknik Squeeze. Teknik ini merupakan upaya termudah menghentikan ejakulasi. Caranya, tekan atau jepitlah bagian bawah kepala penis, persis sesaat sebelum Anda mencapai ejakulasi. Teknik squeeze ini juga dapat dilakukan bersama partner Anda. Biarkan dia melakukan eksplorasi pada tubuh dan penis Anda. Ketika Anda merasa 'waktunya telah dekat' mintalah si dia untuk berhenti dan mencengkram erat perkakas Anda. Ingat, jangan sekali-kali berfikir, "Yaaaah, Kepalang tanggung..."

Tahan! Berfikirlah hal lain seperti bagaimana rasanya naik Apollo ke bulan, bertapa di Gunung Sumbing, atau berenang dari Pulau Panaitan ke Pulau Nusakambangan (Anda mau bertemu kakak Anda kan?). Jika Anda mampu menyetopnya, mintalah dia untuk melakukan hal yang sama tiga hingga empat kali lagi. Buat tubuh Anda serileks mungkin dan nikmatilah. Ini rahasianya; Katakan masalah Anda, si dia pasti akan mengerti dan mau membantu.


Kendala dan Up Grade

Kendala utama para pemula adalah terlambat mengerem. Kendala selanjutnya, berhasil mengerem tapi kehilangan ereksi, padahal proses bangkit kembali membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tak perlu cemas atau menyalahkan diri. Maafkanlah diri Anda.

Ketika di hari-hari selanjutnya Anda sudah punya kontrol untuk menahan ejakulasi, tingkatkan kemampuan Anda. Mintalah si dia --jika Anda tandem-- untuk menggunakan pelumas. Keadaan basah yang mendekati kondisi vagina, biasanya akan lebih sulit untuk dikontrol. Tapi jika Anda mampu melewati latihan lanjutan ini, sesungguhnya Anda telah siap pada level yang lebih tinggi lagi; pertarungan sesungguhnya!

Anda perlu strategi jitu untuk menghadapi pertarungan ini. Atur tempo ketika melakukan hubungan seksual. Dan istirahatlah sebentar setelah melakukan penetrasi ke dalam vagina. Strategi lainnya, mintalah si dia untuk berada di atas Anda. Ketika Anda menjadi pihak yang pasif, Anda akan punya kesempatan untuk mengontrol gerakannya atau bahkan memintanya berhenti saat Anda hampir ejakulasi.

Hal yang patut Anda ingat; saat mempelajari teknik memperlambat ejakulasi, jangan lakukan kegiatan seks lain yang bertolak belakang dengan latihan Anda. Misalnya masturbasi untuk mencapai ejakulasi yang cepat. Kedua, Anda pun harus lebih sabar. Sebab latihan ini akan menunjukkan hasil efektif setelah beberapa minggu percobaan dengan tiga atau lima kali latihan perminggu. Akhirnya, keberhasilan akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara Anda dan pasangan Anda...


Teknik Buying Time
  • Latihan Kegel
    Cobalah cara ini. Caranya sama seperti saat Anda menahan aliran urin. Ketika Anda melakukan konstraksi, otot-otot pubococcygeal (PC) akan mengerut sehingga mampu menahan keluarnya sperma. Manfaat lainnya, latihan ini juga akan meningkatkan sudut dan kekuatan ereksi. Jika Anda sangat-sangat ahli 'memperalat' otot PC, boleh jadi Anda bukan cuma terhindar dari ejakulasi prematur namun dapat melakukan orgasme tanpa ejakulasi. Dua kata itu berbeda, ejakulasi adalah saat keluarnya sperma, sedangkan orgasme adalah kenikmatan seksual atau suatu sensasi erotik yang menyenangkan. Cara latihannya; Kontraksikan otot PC Anda selama 3 menit, lalu lepaskan. Secara bertahap lakukan latihan ini lebih sering dan lebih lama
  • Tak Perlu Berolahraga Sebelum Bercinta
    "Ketika Anda melakukan latihan, misalnya melatih otot lengan Anda, maka secara otomatis darah di tubuh Anda akan menuju bagian lengan dan menjauhi penis. Tunda dulu latihan Anda," ulas peneliti dari Male Sexual Dysfunction Institute di Chicago DR Sheldon Burman. Kurang bijaksana jika Anda 'terlambat' mempersiapkan mesin, padahal kondisinya sudah cukup 'panas'.
  • Ala Bisa Karena Biasa
    Semakin sering Anda bercinta, semakin tahu kekuatan tubuh sendiri dan batasannya. Di sisi lain, jika jarak hubungan seks yang satu dengan yang lain terlampau panjang, ada kemungkinan Anda akan mengalami ejakulasi prematur.

6 Kesalahan Pria Saat Berhubungan Intim

Mungkin tak sedikit pria yang menganggap dirinya pintar atau lihai dalam hal memuaskan kekasihnya. Tetapi pada kenyataannya, semua pengetahuan yang dimiliki mereka khususnya soal seksualitas perempuan bisa saja salah atau rancu. Tak mustahil yang akan terjadi kemudian adalah kesalahpahaman dan ketidakpuasan dalam berhubungan sex.

Berikut beberapa tips dari pakar seks Tristan Taormino (penulis, mengajar dan produser video) and Lou Paget(penulis buku The Great Lover Playbook dan banyak buku seks lainnya) yang mengungkap apa saja kesalahan yang sering dilakukan pria saat ngeseks.

Kesalahan No.1: Anda Tahu Apa yang Diinginkannya
pria seringkali membuat banyak asumsi tentang apa yang diinginkan kekasihnya berdasarkan apa yang telah dialaminya bersama perempuan lain.
Padahal hasrat setiap wanita tentu tidak sama.

"Anda membangun sebuah repertoir ketika matang secara seksual. Tetapi jangan pernah berasumsi bahwa apa yang cocok dengan kekasih Anda yang lama akan pas untuk orang yang baru," kata Taormino.

Prinsip ini, lanjutnya, bukan hanya berlaku untuk hal seks namun juga pada suatu hubungan. "Ada wanita yang bisa dengan mudah tertarik dengan seks, namun ada pula yang sulit," terang Taormino.

Kesalahan No. 2: Anda Memiliki Apa yang Dibutuhkannya
menurut taormino, beberapa wanita tidak dapat mencapai orgasme jika dirangsang kurang dari vibrasi 3.000 rpm. Takkan ada lidah atau jari yang dapat menciptakan vibrasi seperti itu. Tetapi kebanyakan pria berpikir ada yang salah dengan kekasihnya bila memerlukan vibrator.

"Jika satu-satunya cara bagi seorang wanita untuk mencapai adalah dengan vibrator, bukan berarti dia payah," kata Taormino.

Berpikirlah bahwa vibrator hanya sebagai alat pembantu dan bukan pengganti. Tak sedikit pasangan yang menggunakan vibrator bersama-sama. "Sambil Anda melakukan satu atau dua hal, vibrator bisa melakukan hal yang lainnya," papar Taormino.
Jangan malu menggunakan Sex Toys bersama pasangan

Kesalahan No. 3: Seks Dirasakan Sama Pria dan Wanita

menurut Paget, akan sangat besar kemungkinan terjadinya suatu "diskoneksi " antara pria dan wanita dalam merasakan seks yang nyaman.

"Ketika pria ngeseks dengan seorang wanita, dan Mr.P nya dimasukkan dalam Mrs.V, sensasinya melebihi yang diperkirakan. Namun pria tidak membayangkan bahwa perasaan itu belum tentu dirasakan sama oleh perempuan," kata Paget.

Bagian dalam Mrs.V kemungkinan tidak sensitif dibanding organ luar pada kebanyakan wanita. Selain itu, penekanan penis yang terlalu dalam bisa membuat pasangan tidak nyaman. Jika penis terlalu panjang , "Rasanya seperti perut Anda ditonjok dan membuat mual," papar Paget.
Utamakan kenyamanan antar pasangan dalam bercinta

Kesalahan No. 4 : Anda Sok Tahu Soal Anatomi Wanita

kebanyakan pria mungkin sudah tahu secara umum apa itu klitoris dan di mana dapat menemukannya. Tetapi itu bukan berarti pria telah benar-benat memahaminya.

Lebih dari 30 tahun lalu, atau awal masa revolusi seksual, sebuah buku terlaris berjudul Joy of Sex membuka mata banyak orang di AS tentang pentingnya rangsangan klitoris dalam orgasme. Namun begitu keyakinan bahwa wanita harus mampu mencapai orgasme melalui penetrasi penis pun tetap dipegang teguh.

"Saya masih mendapat surat dari banyak orang yang mengatakan - istri saya tidak mampu [orgasme] saat berhubungan jika tak dirangsang klitorisnya, tolong bantu ," kata Taormino .

"Saya ingin membalasnya dan mengatakan, 'OK, lalu apa masalahannya? Pada kebanyakan wanita, tidak semuanya akan terjadi seperti itu," terang Paget.

Sementara itu, Taormino mengatakan kebanyakan pria juga tidak memiliki cukup pengetahuan tentang bagaimana untuk menyentuh dan mengetahui seberapa sensitif klitoris.

Sebuah sentuhan yang membuat nikmat seorang wanita, kata Taormino mungkin tidaklah istimewa atau bahkan malah membuat sakit dan tak nyaman pada beberapa wanita. Ada yang lebih suka dirangsang secara tidak langsung (indirect stimulation). Jadi bagaimana untuk tahu sentuhan apa yang dia inginkan?
Cobalah tanya apa yang diinginkannya.

Kesalahan No. 5: Basah = Mulai Panas

para pria terkadang menahan diri untuk melakukan penetrasi jika vagina pasangannya belum cukup basah. Namun Taormino menyarankan untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya.

"Saya kira ada sebuah mitos bahwa jika Anda sudah mulai panas, Anda akan basah ," kata Taormino.

Ia menjelaskan, beberapa wanita cenderung lebih basah vaginanya ketimbang yang lain dan seberapa alami lubrikasi seorang wanita dapat berubah dari hari ke hari. Lubrikasi sangat bervariasi dan dipengaruhi fase dan siklus menstruasi. Ini juga berkaitan dengan faktor lain seperti stres dan obat-obatan.

Kesalahan No. 6: Diam itu Emas
banyak pria yang berpikir mereka seharusnya diam tak berkata-kata selama ngeseks. Namun apa yang terjadi? Anda dan pasangan sama-sama diam dan harus menebak apa yang seharusnya dilakukan dan tidak bagi pasangan Jika Anda merasa segan, tuntun atau pandulah pasangan Anda.

"Saya tidak mengatakan Anda harus menekan kepalanya ke arah sana. Saya kira ucapan seperti 'Ini, betapa saya menyukainya' adalah percakapan yang sangat berguna."
Komunikasi yang baik menjadikan sebuah seks yang hebat

Agar Pria Alami Orgasme Berkelanjutan

Banyak laki-laki tidak sadar ejakulasi dan orgasme itu adalah dua hal yang terpisah. Itu mungkin disebabkan dalam banyak kasus, orang cenderung untuk melakukan kedua-duanya secara serempak. Sudah saatnya hal ini diubah. Kali ini, Anda akan belajar bagaimana cara membawa diri Anda ke poin ejakulasi, tetapi tanpa benar-benar ejakulasi, karenanya cobalah untuk mengalami orgasme berlanjut.

Tetap mengingat hal itu setelah ejakulasi, laki-laki pada umumnya harus menunggu sebentar sebelum mereka dapat mulai lagi melakukan hubungan seksual lagi. Dan sebelum Anda dapat mulai untuk menikmati orgasme berlanjut, Anda perlu memahami dan belajar menyerap pengalaman sensasi Anda secara benar sebelum ejakulas sehingga Anda bisa belajar untuk mengontrolnya.Berhenti Saat Anda Melakukannya

Percaya atau tidak, menghentikan ejakulasi Anda akan mempertinggi sensasi Mr P Anda saat Anda melakukan hubungan seks lagi. Ketika Anda sedang beronani atau melakukan hubungan seks, semakin sering Anda menginterupsi aliran itu, akan makin baik hasil pada akhirnya.

Namun begitu, berhati-hatilah. Jika Anda menunda respon ejakulasi terlalu sering, Anda juga bisa mulai merasakan suatu sensasi dan otot pinggangmu mulai terasa nyeri.

Tentu saja, setelah Anda mulai ejakulasi, orgasme Anda mungkin adalah salah satu yang paling luar biasa yang pernah Anda rasakan, bukan berarti jumlah ejakulasi yang Anda lepaskan sepertinya akan bertambah.

Orgasme Berlanjut
Catatan: Ingat, Anda mungkin tidak bisa menahan pada mulanya sebab Anda sudah sangat terbiasa melepaskan mu ejakulasi sebelum orgasme. Tetapi seiring waktu, praktek dan latihan, Anda akan mampu mencapai berikut ini:
  • Belajar untuk memisahkan sensasi orgasme dari sensasi ejakulasi.
  • Melenturkan otot pubococcygeus ( PC) Anda.
  • Mulai mengambil nafas dalam, lambat di antara permainan seksual.
  • Ambil kontrol mental atas orgasme Anda.
  • Gambarkan seberapa dekat Anda dapat mencapai ejakulasi sebelum benar-benar melakukannya.
Ini adalah trik bagaimana Anda dapat menunda respon ejakulasi sebelum memastikan orgasme berlanjut dan pengalaman yang sangat luar biasa nikmat adalah hasil usaha keras Anda:

Melambatkan permainan seks
Apakah kamu sedang melakukan permainan atau menyodok, Anda harus meperlambat serangan dan meningkatkan sensasi. Bangunlah sensasi Anda dengan santai untuk menghargai sensasi secara penuh.

Menunda perasaan
Apakah Anda sedang beronani atau penetrasi, hentikan semua rangsangan ke Mr P Anda manakala Anda merasakan diri Anda akan mengalami ejakulasi sehingga Mr P Anda mempunyai suatu kesempatan untuk memulihkan dari titik tersebut.

Ketika sensasi sudah mulai mereda, mulailah melakukan penetrasi lagi sampai Anda merasakan sensasi mendekati ejakukasi sekali lagi. Lagi, hentikan semua rangsangan. Lanjutkan hal ini metoda “stop and go” sekitar 4 kali sebelum akhirnya Anda berejakulasi.

Rileks dan kontraksikan otot Anda
Bersamaan dengan metode “stop and go” ketika Anda merasakan seolah-olah Anda mulai akan ejakulasi dan Anda hentikan semuan rangsangan, rilekskan otot-otot organ seksual Anda. Ambillah nafas dalam, hembusan nafas yang lambat. Saat otot Anda rileks, kontraksikan otot PC Anda satu atau 2 menit sebelum Anda “go” lagi.

Nikmati Orgasme Itu
Saat Anda melakukan secara konstan “stop and go” atas respon ejakulasi, testikel Anda akan membengkak dan berdenyut, menghasilkan suatu orgasme.

Setelah Anda telah mengatur untuk mengikuti langkah-langkah yang tersebut diatas, Anda akan mulai merasakan perasaan dengan sangat gembira ini bahwa ini adalah orgasme. Asalkan Anda terus melanjutkan untuk mendekati melepaskan ejakulasi, stop stimulasi/rangsangan, rilekskan otot Anda dan kontraksikan otot PC Anda, maka Anda akan terus merasakan kenikmatan orgasme.

Saatnya Berejakulasi
Walaupun kita cenderung untuk mengusir dengan marah saat kita mulai ejakulasi, paculah diri Anda pada untuk melakukannya lebih lambat atau penetrasi dengan cara lain untuk menghasilkan perasaan yang berbeda.

Belajarlah untuk menghargai pekerjaan bagian dalam tubuh Anda. Saat Anda mulai menghargai sensasi yang dipertinggi, sensasi yang merintangi pelepasan ejakulasi Anda, kehidupan seksual Anda akan berubah.

Thursday, July 24, 2008

9 Dosa Pria Saat Di Ranjang

Mengapa para istri terkadang sulit diajak bercinta? Berbagai alasan kerap dilontarkan untuk menghindari acara bermesraan di kamar tidur. Kira-kira apa sih penyebabnya? Apa memang betul karena beberapa tindakan yang secara sadar maupun tidak, kerap dilakukan oleh pasangannya?

Sebenarnya sih tidak, anda mau tahu lebih lanjut? Simak jawabannya untuk menjawab rasa penasaran Anda.

1. Tidak mengatur suasana
Mengatur suasana berhubungan intim memang tidak diperlukan seorang desainer. Tetapi merayu dan mencumbu pasangan akan lebih mudah jika pria memberi dan meyediakan suasana nyaman. Rapihkan tempat tidur, buat lampu temaram dengan lantunan musik yang lembut sangat membantu menciptakan suasana romantis.

2. Menghentikan foreplay tiba-tiba
Foreplay merupakan bagian penting sebuah hubungan intim. Tetapi sebagian pria seringkali menganggap foreplay membuang-buang waktu dan ingin tergesa-gesa melakukan hubungan intim. Foreplay ibarat makanan pembuka yang umumnya pasangan perlukan sebelum hidangan utama. Karena itu lakukan hal-hal sederhana seperti mengelus, mencium, membisikan ungkapan-ungkapan seksi sampai menyentuh bagian-bagian sensitif akan terasa sangat berbeda dan tidak akan pernah terlupakan.

3. Bergerak terlalu cepat
Belajar menahan keinginan di tempat tidur akan membuat pasangan Anda semakin terangsang, buatlah pasangan menginginkan Anda lebih sehingga berujung pada luapan pengalaman seksual yang tak tertahankan. Belajarlah mengikuti diri sendiri dan menikmati setiap momen yang dilakukan tanpa terlewatkan. Anda dijamin akan merasakan kesenangan maksimal.

4. Mengabaikan bahasa tubuh
Walaupun awalnya wanita terlalu malu mengatakan apa yang ia sebenarnya inginkan di tempat tidur, bahasa tubuhnya akan menjadi sebuah petunjuk. Karena itu perhatikan tanda-tanda yang ditujukan tubuhnya sampai ia merasa cukup nyaman untuk mengatakan secara verbal. Cobalah perhatikan bagaimana pasangan Anda merespon sentuhan dan reaksi yang dilakukan. Jika Anda melihat tubuhnya mulai tegang ketika disentuh, rubah sentuhan sehingga merasakan kesenangan yang lebih nyaman. Sebaliknya jika masih belum terpengaruh, inilah waktunya untuk meningkat volume sentuhan.

5. Bebas berekspresi
Sebagian besar wanita memiliki sisi petualangan dan ingin mencoba hal baru di tempat tidur. Cobalah mengenalkan posisi dan fantasi baru perlahan-lahan tapi pasti, mulailah dengan meminta secara halus, meningkat ke tingkat lebih tinggi sampai kenyamanan dan kepercayaan tertanam dalam hubungan.

6. Cuek pada pasangan
Wanita umumnya tidak ingin diabaikan di tempat tidur (siapa yang mau?) karena ini akan membuat rasa tidak nyaman dan bahkan marah. Ini biasa dilakuan pria saat telah mencapai ejakulasi. Jangan biarkan seperti itu, perlakukan pasangan seperti saat Anda tengah bercumbu, peluk dan cium sehingga kehangatan tetap dapat ia rasakan.

7. Acting like a King
Hubungan intim dimaksudkan untuk mencapai kesenangan dan kebebasan bukan ketidaksenangan dan ketegangan. Karena itu komunikasi menjadi sangat penting. Cobalah meminta dengan suara lembut, menyampaikan keinginan dengan mata atau menarik tubuhnya ke posisi yang nyaman dan lihat reaksinya. Pendekatan ini akan memberikan hasil menguntungkan dibanding dengan pendekatan komando.

8. Melupakan daerah sensitif
Kenyataanya pria mungkin lebih tertarik langsung ke pusat daerah sensitif wanita dan cenderung lupa kalau tubuh wanita itu dipenuhi dengan daerah-daerah sensitif. Selanjutnya ketika Anda berada di tempat tidur, cobalah mencium daerah punggung dimana bahu bertemu leher, usap sepanjang punggung sampai ke paha. Lakukan dengan lembut hingga ia merasakan sensasi luar biasa.

9. Menyimpulkan pasangan puas
Hanya karena Anda telah mencapai puncak kepuasan bukan berarti pasangan Anda puas. Ingat ada orang lain disamping Anda karena itu berusahalah membuat pasangan senang dan memberikan hal yang sama.

Sunday, July 20, 2008

Efek Sunat Terhadap Seks

Pada beberapa studi awal untuk mempelajari efek sunat terhadap fungsi seksual, dua penelitian terbaru memberikan hasil yang berlawanan dan memberikan bukti untuk mendukung kedua pihak yang berdebat mengenai prosedur ini. Dalam sebuah penelitian, para peneliti dari University of North Carolina yang dipimpin oleh Dr. Kenneth Fink menunjukkan bahwa pria dewasa yang melakukan sunat melaporkan penurunan baik pada fungsi ereksi dan sensitivitas penis setelah prosedur tersebut.

Sementara pada penelitian lain, berdasarkan hasil dari kelompok pasien yang lebih kecil, Dr. Sean Collins dari Louisiana State University dan timnya menemukan bahwa pria dewasa yang baru saja disunat melaporkan tidak adanya perbedaan pada fungsi seksual setelah prosedur tersebut.

Fink dan timnya juga mencatat, meskipun melaporkan penurunan dalam fungsi seksual mereka, 62% pria tersebut mengatakan kalau mereka puas dengan hasil prosedur ini. Dalam dua penelitiannya, kebanyakan pria menjalani prosedur ini untuk perawatan kondisi medisnya, seperti fimosis, suatu kondisi dimana kulit luar tidak dapat ditarik melewati kepala penis.

Akhir-akhir ini, sebuah perdebatan berlangsung mengenai prosedur ini, dengan satu pihak menekankan penurunan jumlah infeksi dan PMS diantara pria yang disunat dan di pihak lain menekankan rasa sakit serta stress yang ditimbulkan terhadap seorang bayi saat di sunat, selain komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh prosedur ini. Saat ini the American Academy of Pediatrics menganggap keuntungan medis potensial dari sunat pada pria tidaklah terlalu penting untuk sampai direkomendasikan agar semua anak laki-laki disunat.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Fink dan timnya, para peneliti meneliti 123 pria yang telah disunat untuk membandingkan fungsi dan kenikmatan seksual yang mereka rasakan sebelum dan sesudah di sunat, sementara penelitian Collins dan rekan-rekannya berdasarkan survei terhadap 15 pria yang dilakukan sunat pada saat sebelum dan 12 minggu setelah prosedur.

Berkomentar terhadap penelitian Collins kepada Reuters Health, Fink menjelaskan kalau berbicara kepada pasien sebelum dan setelah prosedur merupakan cara yang lebih baik untuk mengukur perubahan, tapi kalau hanya terhadap 15 pasien merupakan jumlah yang terlalu kecil untuk mendeteksi apapun kecuali perbedaan ukuran.

Fink menambahkan bahwa kedua penelitian ini memiliki kelemahan yaitu mereka meneliti perubahan fungsi seksual pada orang dewasa setelah melakukan sunat dimana, pada banyak kasus, melakukan sunat untuk memperbaiki masalah medis mereka. Konsekuensinya, Fink menjelaskan bahwa laporan seorang pria akan kenikmatan dan fungsi seksualnya mungkin dipengaruhi oleh kondisi medis yang ditandai oleh sunat.

Dengan alasan ini, Fink mengatakan, seseorang dapat menduga para partisipan penelitian untuk melaporkan peningkatan dalam fungsi seks setelah disunat, yang bisa jadi disebabkan perbaikan kondisi medisnya. Namun, penurunan fungsi seksual, seperti yang dilaporkan dalam penelitian Fink, menunjukkan kalau mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi perubahan ini, katanya.

Sebagai penjelasan mengenai mengapa pria dalam penelitiannya melaporkan kepuasaan yang tinggi meskipun ada penurunan dalam fungsi seksualnya, Fink mengatakan kalau beberapa orang merasa senang akan penurunan sensitifitasnya, yang memungkinkan mereka untuk menunda orgasme dan lebih baik dalam memuaskan pasangannya. Fink mencatat kalau laporan pria akan kepuasaan seksualnya tergantung banyak faktor. “Ini berarti berbeda untuk tiap pria,” katanya, “Secara keseluruhan, tampaknya cukup berharga bagi mereka untuk menjalani sunat ini.”

Fink menekankan kalau penelitian mengenai sunat pada orang dewasa tidaklah dapat langsung diaplikasikan pada bayi yang baru lahir. Tapi mungkin dapat menjadi pertimbangan orang tua saat memutuskan untuk menyunat anaknya.

Tuesday, April 22, 2008

Masturbasi dan Onani

Sudah pernah dengar kalau 80% wanita lajang & 94% pria lajang mengaku melakukan masturbasi? Itu kata survey di negeri Paman sam sana.
Bagaimana dengan pria dan wanita yang telah menikah? Jangan salah, mereka juga suka melakukannya! Terbukti 68% wanita mengaku tetap melanjutkan aktivitas ini secara berkala. Sedangkan jumlah prianya jauh lebih tinggi, yaitu 72%! Wow!

Sentuhan atau rangsangan yang diberikan pada alat kelamin dengan tujuan memberi kepuasan pada diri sendiri inilah yang biasanya disebut dengan masturbasi atau onani (self stimulating). Aktifitas 'privat' yang sampai sekarang masih memunculkan kontroversi ini dilakukan oleh 'pelaku' nya dengan motif yang beragam. Para lajang umumnya menuturkan kalau ini adalah 'tindakan' paling aman untuk menyalurkan hasrat seksual mereka. Ketimbang mereka melampiaskannya kepada pasangan 'tidak resmi' dengan resiko tertular penyakit STD's.

Apa komentar pria lajang tentang aktivitas ini:

Agung, 30, Wartawan. "Saya lebih memilih melakukan onani daripada harus melakukan seks bebas. Selain oleh agama dilarang seks bebas itu rawan tertular penyakit kelamin?saya jadi ngeri".

Theo, 29, Marketing Staff. "Onani sesekali memang perlu dilakukan, apalagi jika melakukannya saat tubuh sedang dilanda penat dan stres?setelah itu tubuh dan pikiran bisa kembali segar".

Akbar, 30, Wiraswasta. "Saya sering melakukan onani hanya jika benar-benar sudah tidak tahan saja. Melampiaskannya kepada wanita lain? Tidak deh?saya tidak mau mengorbankan kesehatan saya hanya karena ingin melepaskan hasrat seksual".

Tidak semua orang bisa melakukan seks bebas tanpa perasaan bersalah dan beban. Jadi, ketika gairah seks para lajang ini terus meningkat, maka dipilihlah masturbasi dan onani sebagai cara untuk melampiaskannya.
Lalu, bagaimana dengan yang sudah menikah? Apakah alasan mereka melakukannya?

Apa komentar yang sudah menikah:

Ratna, 27, Restaurant Manager. "Dengan self stimulating, sensivitas di area genital saya jadi bisa 'diukur'. Sehingga pada saat bercinta dengan suami, saya lebih bisa mengarahkan besarnya 'tekanan' yang akan diberikan olehnya".

Teddy, 29, System Engineer. "Sebelum bercinta dengan istri, saya selalu mengawalinya dengan onani. Tujuannya adalah agar 'permainan' kami nantinya bisa lebih panjang?.lagipula onani itu bisa menjauhkan kaum pria dari 'si Edi' (ejakusai dini, red.)?lho".

Bobby, 30, Design Grafis. "Dengan onani saya lebih bisa mengendalikan diri sendiri sehingga terbiasa dengan 'ritme'nya. Ternyata cara ini lebih memudahkan saya saat bercinta dengan istri?".

Bagaimana masturbasi dan onani dilihat dari sisi medis? Asal dilakukan dengan cara yang higienis, artinya tubuh terutama tangan serta alat bantu seks (sex toys) dalam kondisi bersih, self stimulating tergolong aman. Tapi tetap waspada akan kemungkinan lecet atau luka/infeksi akibat iritasi. Namun perlu diingat, tukar-menukar sarana masturbasi dengan orang lain sama risikonya dengan bertukar-tukar pasangan dalam hubungan seksual!

Adakah sisi buruk dari masturbasi atau onani? Meskipun tidak semua 'pelaku' self stimulating mengalaminya, tapi kebanyakan dari mereka cenderung egois dan kurang memperhatikan keinginan serta kepuasan pasangannya. Kasus ini banyak terjadi terutama pada kaum pria. Sedangkan pada wanita yang sering melakukan masturbasi dikhawatirkan akan kesulitan menyesuaikan diri ketika berhubungan seks setelah menikah. Karena, masturbasi bagi wanita cenderung dipusatkan pada perangsangan klitoris, padahal dalam berhubungan seks, vagina-lah yang lebih berperan.